SEMANGAT

SEMANGAT

Kamis, 21 Februari 2013

RH-Pengorbanan Cinta

PENGORBANAN CINTA
Kejadian 29:16-20
Nats:
Kidung Agung 8: 6
“Taruhlah aku seperti materai pada hatimu, seperti materai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api seperti nyala api Tuhan.”
Setiap kita ingin merasakan kasih sayang dari orang yang spesial dalam hidup kita bukan? Apalagi jika kita memutuskan untuk menjalin hubungan yang lebih khusus lagi yaitu pernikahan. Apa yang terjadi ketika suatu dasar pernikahan tidak dilandasi oleh rasa cinta. Pasti akan sangat rapuh dan mudah berpaling kepada orang lain. Dalam Kejadian 29: 16-20 menceritakan mengenai kisah cintanya Yakub kepada Rahel sehingga ia bersedia bekerja di rumah Laban selama 7 tahun. Hebatnya,  waktu 7 tahun itu dianggap Yakub hanya beberapa hari saja oleh Yakub.
Setelah itu, ia memohon kepada Laban untuk memberikan Rahel wanita yang dikasihinya untuk diambil sebagai istrinya. Akan tetapi yang dihadadi Yakub adalah perbeda dari apa yang diinginkan hatinya. Yakub merasa dibohongi oleh Laban. Padahal dia hanya cinta kepada Rahel bukan kepada Lea. Akan tetapi, memang adat Yahudi mengharuskan  anak sulunglah yang  harus menikah terlebih dahulu.  Akhirnya Yakub membuat perjanjian dengan Laban untuk bekerja selama 7 tahun lagi untuk Rahel menjadi miliknya.
Pelajaran yang dapat kita ambil dari dari kisah cinta  Yakub dan Rahel adalah arti dari pengorbanan. Yakub berani berkorban untuk mendapatkan cintanya. Seperti itu juga yang telah dilakukan Kristus Yesus kepada kita. Dia membuktikan cinta-Nya kepada kita melalui pengorbanannya dia atas kayu salib. Kita yang sebenarnya tidak layak untuk menerima kehidupan kekal, mendapatkan anugerah yang luar biasa yaitu pengampunan atas segala dosa-dosa kita. Cinta eros yang dimiliki Yakub membuat dia rela berkorban waktu 14 tahun bekerja dengan Laban. Sedangkan, Tuhan kita Yesus Kristus memiliki cinta agape, cinta yang walaupun kepada kita semua demi kita dapat mengalami pembebasan dan kemenangan daripada maut.
Mari belajar dari teladan Kristus Yesus, cinta-Nya mengubahkan kehidupan lama  kita dibaharui menjadi hidup yang dipenuhi dengan anugerah dan rahmat yang dari pada Allah saja. Jangan pernah menukar anugrah itu dengan cinta yang ditawarkan oleh dunia. Tetap teguh dan kuatkan hati kita sehingga cinta-Nya Tuhan semakin bertambah-tambah dalam kehidupan kita.



Kayu Salib adalah bukti cinta-Nya kepada kita semua. Supaya kita yang hina layak menerima penghidupan kekal dari Bapa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar