MOTIVASI
I. DATA BUKU:
Judul Buku : Konseling yang Efektif dan Alkitabiah
Penulis : Larry Crabb
Penerbit : ANDI
Tempat Terbit : Yogyakarta
Tahun Terbit : 1995
Buku Yang Dibaca : Hal 87-103
Membaca Tanggal : 07 Oktober 2012
II. INTI BUKU
BAB IV MOTIVASI: Mengapa Kita Melakukan Apa yang Kita Lakukan?
Ada 5 pernyataan dasar mengenai motivasi:
1. Motivasi secara khas bergantung pada keadaan manusia yang membutuhkan, atau dalam bahasa yang sederhana, kita dimotivasi untuk memenuhi keperluan-keperluan kita.
2. Motivasi merupakan sebuah kata yang mengacu kepada energi atau kekuatan yang akibat pada tingkah laku secara khusus. Sebelum menjadi tingkah laku yang khusus, energi yang bermotivasi dihubungkan melalui pikiran. Di sanalah energi mengambil alih arah. Motivasi untuk memenuhi suatu keperluan dengan melakukan hal-hal tertentu yang saya percayai dalam pikiran saya akan memenuhi pikiran ini.
3. Tingkah laku yang mendorong selalu diarahkan menuju suatu sasaran. Saya percaya bahwa menuju suatu sasaran. Saya percaya bahwa sesuatu akan memenuhi keperluan saya. Sesuatu itu menjadi sasaran saya.
4. Apabila sasaran itu tidak dapat dicapai (atau apabila individu yang menyadari hal itu tidak dapat dicapai), maka keadaan tidak seimbang muncul (secara subyektif dirasa sebagai suatu kegelisahan). Keperluan merupakan kepuasan yang disangkal menjadi suatu sumber dari emosi-emosi negatif. Dalam istilah yang lebih sederhana yaitu apabila saya tidak dapat memiliki apa yang saya pikir saya butuhkan untuk makna atau rasa aman, maka saya merasa tidak berharga. Saya kemudian dimotivasi untuk melindungi keperluan saya untuk merasa berharga dari luka selanjutnya dengan mengurangi perasaan-perasaan tidak memiliki makna atau rasa aman.
5. Semua tingkah laku terdorong oleh motivasi. Tidak ada sesuatu yang lebih parah daripada seseorang yang tidak memiliki motivasi. Kemalasan, penundaan, penarikan diri sering terdorong oleh keinginan yang kuat untuk melindungi diri dari perasaan-perasaan yang bertambah terhadap tidak adanya nilai. Dalam menganalisa tingkah laku, seseorang seharusnya tidak pernah berkata, “Tidak ada alasan untuk itu. Itu benar-benar tidak masuk akal.” Semua tingkah laku pasti ada maksud-maksudnya. Mungkin tingkah laku yang berdosa, tidak efektif, atau ganjil, tetapi pasti ada maksudnya. Agar dapat mengerti setiap unit dari tingkah laku, gagasan seseorang mengenai apa yang akan memenuhi keperluan, sasaran yang telah ditetapkan dalam pemikirannya sebagai sesuatu yang sangat diinginkan, dan keberhasilanatau kegagalan dari seseorang dalam mencapai sasaran.
Teori Kebutuhan A. Maslow
Hierarki keperluan klasik yang dikemukakan Abraham Maslow menyarankan bahwa manusia memiliki lima keperluan dasar. Yang terendah dalam hirarki itu harus dipenuhi sebelum orang itu dimotivasi untuk memenuhi keperluan kedua dan selanjutnya naik ke hierarki yang lebih atas.
1. Agar dapat menyesuaikan diri dengan baik, maka Anda harus mencapai tingkat aktualisasi diri.
2. Agar dapat mencapai tingkat itu, maka Anda harus melewati empat tingkatan yang lainnya: keperluan fisik dan pribadi Anda harus dipenuhi sebelum Anda berada dalam posisi memilliki aktualisasi diri.
3. Jika keperluan-keperluan pribadi hanya dapat dipenuhi dalam hubungan dengan Allah yang bersifat pribadi, maka hanya seorang Kristen yang memiliki sumber-sumber untuk mencapai tingkat kelima, untuk mengaktualisasikan dirinya dan dengan demikian dapat benar-benar dengan baik menyesuaikan diri.
III. KOMENTAR
Menurut Henry Ward Beecher “Allah menciptakan manusia untuk hidup melalui motivasi-motivasi, dan manusia tidak dapat hidup tanpanya, dan orang yang hidup tanpa motivasi bagaikan sebuah kapal yang tidak memiliki uap atau seperti sebuah balon tanpa gas.” Jadi dari pernyataan tersebut mengindikatorkan bahwa motivasi sangat perperan penting dalam menggerakkan seseorang. Motivator terbesar dalam hidup kita adalah Tuhan Yesus sendiri, setelah itu diri kita sendiri kemudian dari orang lain. Manusia memunyai hak bebas untuk memilih atau menentukan jalan hidupnya. Apakah memutuskan untuk mengerjakan sesuatu yang besar, yang biasa-biasa atau tidak mengerjakan sesuatu apapun. Tingkat keberhasilan seseorang adalah tergantung dari motivasi dalam diri orang tersebut. Defisit motivasi bisa terjadi atau dialami oleh orang-orang yang merasa diri inferiority sehingga tidak dapat mengaktualisasikan diri. Teori A. Maslow menyatakan bahwa kemampuan untuk dapat mengaktualisasikan diri merupakan wujud dari motivasi ekspresi dimana seseorang sudah terpenuhi empat kebutuhan dasarnya serta sudah mengalami kepenuhan Ilahi dalam hidupnya. Ketika orang lain atau bahkan diri kita tidak memunyai atau memberikan motivasi mari temukan motivasi dalam pribadi Yesus, Sang Motivator Sejati.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar