SEMANGAT

SEMANGAT

Kamis, 21 Februari 2013

BIMBINGAN KONSELING- PROSES BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH


 PROSES BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH


I.    DATA BUKU:
Judul Buku        : PROSES BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH
Penulis            : 1. Drs. Dewa Ketut Sukardi, MBA, MM.
              2. Desak P.E. Nila Kusmawati, S.Si, M.Si.
Penerbit        : Rineka Cipta
Tempat  Terbit        : Jakarta
Tahun Terbit        : 2008
Buku Yang Dibaca    : Hal 1-7
Membaca Tanggal    : 18 Agustus 2012

II.    INTI BUKU:
    Pengertian Bimbingan dan Konseling
1.    Pengertian Bimbingan
Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang diberikan kepada seseorang atau sekelompok orang secara terus-menerus oleh pembimbing agar individu atau sekelompok individu dapat menjadi pribadi yang mandiri. Kemandirian yang menjadi tujuan usaha bimbingan ini mencakup lima fungsi pokok yang hendak dijalankan  oleh pribadi yang mandiri, yaitu:    
a.    Mengenal diri sendiri dan lingkungannya
b.    Menerima diri sendiri dan lingkungannya secara positif dan dinamis
c.    Mengambil keputusan
d.    Mengarahkan diri sendiri
e.    Memujudkan diri sendiri
Berikut huruf-huruf bimbingan yang dijadikan akronim sebagai unsur-unsur pokok yang ada dalam usaha bimbingan (Prayitno, 1983:3, 1987:36 dan 2004: 131), yaitu:
B : Bantuan
I : Individu
M : Mandiri
B : Bahan
I : Interaksi
N: Nasehat
G: Gagasan
A: Alat dan Asuhan
N: Norma
Dengan memasukkan semua unsur di atas dapat dikatakan bahwa bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada individu (seseorang) atau kelompok (sekelompok orang) agar mereka itu dapat mandiri melalui berbagai bahan, interaksi, nasehat, gagasan, alat, dan asuhan yang didasarkan atas norma-norma yang berlaku.

2.    Pengertian Konseling
Konseling adalah suatu upaya bantuan yang dilakukan dengan empat mata atau suatu upaya bantuan yang dilakukan dengan empat mata atau tatap muka, antara konselor dan konseli yang berisi usaha yang selaras unik dan manusiawi yang dilakukan dalam suasana keahlian dan didasarkan atas norma-norma yang berlaku. Agar konseli memperoleh konsep diri dan kepercayaan diri sendiri dalam memperbaiki tingkah lakunya pada saat ini dan mungkin pada masa yang akan datang.
Berikut huruf-huruf konseling yagn dijadikan akronim sebagai unsur-unsur pokok yang ada dalam usaha konseling (Prayitno, 2004:131), yaitu:
K : Kontak
O : Orang
N : Menangani
S : Masalah
E : Expert (Ahli)
L : Laras
I : Integrasi
N : Norma
G : Guna
Dengan demikian, pengertian konseling adalah kontak antara dua orang (konselor dan konseli) untuk menangani masalah konseli, dalam suasana keahlian yang laras dan terintegarsi, berdasarkan norma yang berlaku, untuk tujuan-tujuan yang berguna bagi konseli.

III.    KOMENTAR:
     Setelah membaca tentang pengertian Bimbingan dan Konseling saya menemukan yaitu terdapat perbedaan dan persamaannya. Jika ditinjau dari persamaannya antara lain: sama-sama bertujuan untuk memberikan bantuan kepada konseli(klien) keluar dari masalahnya dan dalam pembinaan aturan yang digunakan harus berdasarkan norma-norma yang berlaku serta sama-sama bertujuan untuk memperbaiki tingkah laku menuju masa depan yang lebih baik.
Sedangkan perbedaannya adalah terletak dalam proses pemberian bantuan. Jika dalam pembimbingan interaksi yang dilakukan dapat bersama-sama dengan konseli dapat belajar dari buku. Dalam konseling lebih khusus yaitu menangani secara langsung orang. Dilakukan secara empat mata dan seorang konselor tidak dapat diperlakukan dengan cara sama atau menyamaratakannya konseli (klien). Selain itu, konseling dilakukan dengan usaha yang laras dan berintergasi sehingga lebih mendalam pembahasan yang dapat dilakukan antara konselor dengan konseli. Antara konselor dan konseli harus menjalin hubungan yang akrab. Jika keakraban dapat dibina maka kedua belah pihak dapat saling membuka diri sehingga dapat mengungkap file yang tersembuyi yang akhirnya dapat saling mengalami pembaharuan hidup dengan baik.
Oleh sebab itu proses konseling tidak dapat dilakukan dengan sembarangan, konseling harus dilakukan dengan penuh keahlian baik secara pengetahuan, ketrampilan, sikap dan pandangan hidup yang juga disertai dengan kematangan pribadi dan kemauan yang kuat untuk melakukan usaha konseling.
Jadi yang penulis dapat simpulkan adalah dalam proses konseling pasti terdapat unsur bimbingan. Akan tetapi dalam bimbingan belum tentu terjadi proses konseling. Karena konseling dilakukan secara khusus dan penanganannya dengan cara yang khusus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar