Ketrampilan Mendengarkan
I. DATA BUKU:
Judul Buku : Dasar-dasar Konseling
Pastoral
Penulis : Tukus Tu’u, S. Th, M.Pd
Penerbit : ANDI
Tempat Terbit : Yogyakarta
Tahun Terbit : 2007
Buku Yang Dibaca : Hal 97-114,131-143
Membaca Tanggal : 23, 29 September 2012
II. INTI BUKU
Ketrampilan Mendengarkan
Mendengarkan terjadi melalui proses mendengar, menyimak, memerhatikan, memahami, dan mengerti. Dalam mendengrkan, pendengar menyimak dengan sungguh-sungguh dan penuh perhatian. Seluruh ucapan, kalimat, dan kata-kata mendapatperhatian penuh. Makna yang tersirat dibalik semua itu diupayakan untuk dipahami dan dimengerti dengan baik.
Seiring ungkapan verbal tersebut, bahasa nonverbal juga mendapat perhatian. Sebab kata-kata verbal kadang-kadang diperkuat oleh yang nonverbal. Bisa jadi dalam bahasa verbal tidak nampak adanya sesuatu yang mau dikatakan atau yang mau ditutupi. Tetapi oleh bahasa nonverbal, pendengar yang baik dapat menangkap ada sesuatu yang masih belum dikatakan. Sebab itu, yang nonverbal biasanya lebih jujur daripada yang verbal. Dengan memerhatikan kedua aspek tersebut, diharapkan pendengar dapat memahami apa yang sesungguhnya mau dikatakan.
Macam-macam Mendengarkan:
1. Bukan Pendengar, adalah orang yang tidak berminat untuk mendengarkan orang yang mau bicara dengannya.
2. Pendengar Dangkal, adalah orang yang sudah mendengar apa yang diucapkan, tetapi belum paham benar apa yang dibicarakan.
3. Pendengar Evaluatif, sudah masuk cukup jauh dalam percakapan.,seluruh percakapan mendapat respon logis dan rasional.
4. Pendengar Kritis, kritis adalah bersifat tidak lekas percaya. Orang seperti ini selalu bertanya, “ Apakah ini logis atau rasional ? Apakah ini benar dan dapat dipercaya ?” Biasanya tipe pendengar seperti ini tidak mau asal cerita dan asal percaya.
5. Pendengar Aktif, adalah pendengar yang proaktif. Ia banyak berinisiatif dalam komunikasi, namun tidak berarti ia mendominasi percakapan. Dengan kata lain, sudah mulai tumbuh sikap empati dari pendengar.
Hambatan Mendengar:
1. Motivasi dan Sikap
2. Kurang Perhatian
3. Salah Pergertian
4. Pengalaman dan Latar Belakang
5. Berburuk Sangka
6. Melamun
7. Keasyikan
8. Pura-pura Mendengar
9. Terlalu Banyak Bicara
10. Ucapan yang Samar-samar
11. Terburu-buru
12. Banyak Nasihat
13. Kurang Cakap Mendengarkan
Pendengar Efektif:
1. Tatapan Wajahnya
2. Tunjukkan Minat
3. Perhatian
4. Memahami
5. Menerima
6. Empati
7. Lihat Bahasa Tubuh
Pendengar yang Baik Menurut Keith Davis:
1. Berhenti berbicara pada waktu orang lain bicara.
2. Mengusahakan agar orang yang berbicara dapat bersikap tenang.
3. Menunjukkan bahwa kita ingin mendengarkannya.
4. Menyingkirkan gangguan.
5. Menyelami dan mengerti keadaan lawan.
6. Sabar, tenang dan ramah.
7. Mampu mengendalikan temperamen.
8. Bersikap tenang pada sewaktu mendengar kritik-kritik.
9. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan jika kurang mengerti pokok permasalahan.
Memahami Bahasa Nonverbal
Fungsi bahasa Nonverbal adalah:
1. Mengulangi yang verbal
2. Melengkapi yang verbal
3. Bertentangan dengan verbal
4. Merngganti yang verbal
Mendengarkan Suara Konseli lewat:
1. Memahami Nada Suara
2. Membaca Emosi Lewat Suara
3. Memahami Macam-macam Suara:
Resonance (gema)
Rhytm (irama)
Speed (kecepatan)
Picth (ketinggian)
Volume (besar)
Inflection (naik-turun)
Clarity (pengucapan/pengejaan kata-kata)
Membaca Gerak-Gerik Tubuh Konsele
1. Berbicara dengan tangan
2. Berbicara dengan kepala
3. Berbicara dengan mimik wajah
4. Berbicara dengan mata
5. Berbicara dengan gerak-gerik, ucapan dan suara
III. KOMENTAR
Dalam konseling keterampilan untuk dapat mendengarkan akan sangat diperlukan. Ketika konsele datang dengan segala problematika dan masalah yang sedang konsele hadapi yang pertama kali perlu kita lakukan adalah mendengarkan setiap keluhan konsele dengan baik. Tidak hanya mendengarkan secara verbal tetapi erlu juga konselor memerhatikan bahasa nonverbal dari konsele. Sebab yang nonverbal lebih berbicara daripada yang verbal.
Konselor yang baik akan mendengarkan dengan penuh perhatian dan menjadi pendengar yang aktif, sehingga konselor juga merasakan apa yang dihadapai oleh konselenya. Konselor harus menghindari hambatan yang selama ini terjadi ketika mendengarkan dan perlu meningkatkan ketrampilan mendengar dengan efektif sehingga proses konseling dapat berjalan dengan baik.
Setelah menganalisis dari tipe-tipe pendengar di atas, penulis adalah termasuk dalam tipe pendengar kritis. Penulis perlu belajar meningkatkan ketrampilan mendengarkan sehingga dapat menjadi pendengar yang aktif dan efektif. Oleh sebab itu penulis perlu meningkatkan juga motivasi dalam diri penulis untuk dapat mendengarkan dengan penuh perhatian. Belajar dari Yakobus 1:19!!!
“ BAHASA NONVERBAL LEBIH BERBICARA DARI PADA BAHASA VERBAL”
I. DATA BUKU:
Judul Buku : Dasar-dasar Konseling
Pastoral
Penulis : Tukus Tu’u, S. Th, M.Pd
Penerbit : ANDI
Tempat Terbit : Yogyakarta
Tahun Terbit : 2007
Buku Yang Dibaca : Hal 97-114,131-143
Membaca Tanggal : 23, 29 September 2012
II. INTI BUKU
Ketrampilan Mendengarkan
Mendengarkan terjadi melalui proses mendengar, menyimak, memerhatikan, memahami, dan mengerti. Dalam mendengrkan, pendengar menyimak dengan sungguh-sungguh dan penuh perhatian. Seluruh ucapan, kalimat, dan kata-kata mendapatperhatian penuh. Makna yang tersirat dibalik semua itu diupayakan untuk dipahami dan dimengerti dengan baik.
Seiring ungkapan verbal tersebut, bahasa nonverbal juga mendapat perhatian. Sebab kata-kata verbal kadang-kadang diperkuat oleh yang nonverbal. Bisa jadi dalam bahasa verbal tidak nampak adanya sesuatu yang mau dikatakan atau yang mau ditutupi. Tetapi oleh bahasa nonverbal, pendengar yang baik dapat menangkap ada sesuatu yang masih belum dikatakan. Sebab itu, yang nonverbal biasanya lebih jujur daripada yang verbal. Dengan memerhatikan kedua aspek tersebut, diharapkan pendengar dapat memahami apa yang sesungguhnya mau dikatakan.
Macam-macam Mendengarkan:
1. Bukan Pendengar, adalah orang yang tidak berminat untuk mendengarkan orang yang mau bicara dengannya.
2. Pendengar Dangkal, adalah orang yang sudah mendengar apa yang diucapkan, tetapi belum paham benar apa yang dibicarakan.
3. Pendengar Evaluatif, sudah masuk cukup jauh dalam percakapan.,seluruh percakapan mendapat respon logis dan rasional.
4. Pendengar Kritis, kritis adalah bersifat tidak lekas percaya. Orang seperti ini selalu bertanya, “ Apakah ini logis atau rasional ? Apakah ini benar dan dapat dipercaya ?” Biasanya tipe pendengar seperti ini tidak mau asal cerita dan asal percaya.
5. Pendengar Aktif, adalah pendengar yang proaktif. Ia banyak berinisiatif dalam komunikasi, namun tidak berarti ia mendominasi percakapan. Dengan kata lain, sudah mulai tumbuh sikap empati dari pendengar.
Hambatan Mendengar:
1. Motivasi dan Sikap
2. Kurang Perhatian
3. Salah Pergertian
4. Pengalaman dan Latar Belakang
5. Berburuk Sangka
6. Melamun
7. Keasyikan
8. Pura-pura Mendengar
9. Terlalu Banyak Bicara
10. Ucapan yang Samar-samar
11. Terburu-buru
12. Banyak Nasihat
13. Kurang Cakap Mendengarkan
Pendengar Efektif:
1. Tatapan Wajahnya
2. Tunjukkan Minat
3. Perhatian
4. Memahami
5. Menerima
6. Empati
7. Lihat Bahasa Tubuh
Pendengar yang Baik Menurut Keith Davis:
1. Berhenti berbicara pada waktu orang lain bicara.
2. Mengusahakan agar orang yang berbicara dapat bersikap tenang.
3. Menunjukkan bahwa kita ingin mendengarkannya.
4. Menyingkirkan gangguan.
5. Menyelami dan mengerti keadaan lawan.
6. Sabar, tenang dan ramah.
7. Mampu mengendalikan temperamen.
8. Bersikap tenang pada sewaktu mendengar kritik-kritik.
9. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan jika kurang mengerti pokok permasalahan.
Memahami Bahasa Nonverbal
Fungsi bahasa Nonverbal adalah:
1. Mengulangi yang verbal
2. Melengkapi yang verbal
3. Bertentangan dengan verbal
4. Merngganti yang verbal
Mendengarkan Suara Konseli lewat:
1. Memahami Nada Suara
2. Membaca Emosi Lewat Suara
3. Memahami Macam-macam Suara:
Resonance (gema)
Rhytm (irama)
Speed (kecepatan)
Picth (ketinggian)
Volume (besar)
Inflection (naik-turun)
Clarity (pengucapan/pengejaan kata-kata)
Membaca Gerak-Gerik Tubuh Konsele
1. Berbicara dengan tangan
2. Berbicara dengan kepala
3. Berbicara dengan mimik wajah
4. Berbicara dengan mata
5. Berbicara dengan gerak-gerik, ucapan dan suara
III. KOMENTAR
Dalam konseling keterampilan untuk dapat mendengarkan akan sangat diperlukan. Ketika konsele datang dengan segala problematika dan masalah yang sedang konsele hadapi yang pertama kali perlu kita lakukan adalah mendengarkan setiap keluhan konsele dengan baik. Tidak hanya mendengarkan secara verbal tetapi erlu juga konselor memerhatikan bahasa nonverbal dari konsele. Sebab yang nonverbal lebih berbicara daripada yang verbal.
Konselor yang baik akan mendengarkan dengan penuh perhatian dan menjadi pendengar yang aktif, sehingga konselor juga merasakan apa yang dihadapai oleh konselenya. Konselor harus menghindari hambatan yang selama ini terjadi ketika mendengarkan dan perlu meningkatkan ketrampilan mendengar dengan efektif sehingga proses konseling dapat berjalan dengan baik.
Setelah menganalisis dari tipe-tipe pendengar di atas, penulis adalah termasuk dalam tipe pendengar kritis. Penulis perlu belajar meningkatkan ketrampilan mendengarkan sehingga dapat menjadi pendengar yang aktif dan efektif. Oleh sebab itu penulis perlu meningkatkan juga motivasi dalam diri penulis untuk dapat mendengarkan dengan penuh perhatian. Belajar dari Yakobus 1:19!!!
“ BAHASA NONVERBAL LEBIH BERBICARA DARI PADA BAHASA VERBAL”

TOTO – The King of Dealer
BalasHapusTOTO – 우리카지노 The King of Dealer. Photo credit: TOTO. Photo credit: TOTO. The King of Dealer. Photo credit: TOTO. The King of Dealer. kirill-kondrashin Photo credit: TOTO. The King of Dealer.